Kenali Obat Keputihan Menurut Penyebabnya

Kenali Obat Keputihan Menurut Penyebabnya. Sebelum dan setelah menstruasi, biasanya akan muncul keputihan. Ini hal normal yang bisa terjadi pada wanita dalam masa subur, namun ini juga bisa menjadi indikasi terjadinya penyakit pada saluran vagina. Pasalnya keputihan yang sehat, hanya berupa lendir tidak berwarna (bening), namun kini sering ditemukan keputihan berwarna putih hingga kecokelatan.

Bukan hanya itu saja, beberapa wanita mengalami keputihan dengan disertai gatal berlebih, nyeri seperti mengalami haid dan berbau tak sedap. Hal ini sudah pasti ada gangguan di saluran vagina, jika memang terjadi satu dua kali saja, mungkin normal. Namun bagaimana jika terjadi setiap akan mengalami siklus menstruasi bulanan.

Ini tentu sudah masuk kategori tidak sehat, hati-hati jangan gunakan obat-obatan tanpa tahu penyebabnya. Keputihan memang hal ringan atau gangguan kecil pada kewanitaan, namun ini juga bisa memicu penyakit yang lebih serius, seperti munculnya miom hingga kanker.

Baca juga: 5 Penyebab Masalah Pigmentasi Pada Wajah

Ternyata Anda harus membeli obat yang sesuai dengan penyebab keputihan, hal ini menjadi solusi tepat. Jangan tanyakan pada teman, lebih baik langsung datang ke dokter. Berikut ini ada beberapa jenis obat yang aman di konsumsi berdasarkan penyebabnya.

3 Penyebab Gangguan Keputihan dan Obatnya

Kenali Obat Keputihan Menurut Penyebabnya

Bacterial Vagiosis

Ini merupakan infeksi akibat bakteri di vagina, terjadinya pertumbuhan bakteri Gardnerella vaginitis, sehingga membuat keputihan menjadi lebih banyak, tipis, berwarna abu-abu bahkan tercium bau amis. Bahkan ada beberapa wanita mengalami nyeri seperti akan mengalami menstruasi.

Jika hal tersebut sudah terasa maka bisa menggunakan antibiotik seperti metronidazole (flagyl), ini akan menekan pertumbuhan bakteri. Ini merupakan obat keras, tidak disarankan tanpa rekomendasi dokter. Pasalnya akan terjadi gangguan efek samping, seperti mual dan sakit perut berlebih, bahkan saat minum obat ini hindari minum alkohol.

Ada juga tinidazole, dimaa bisa menghambat pertumbuhan bakteri, ini tersedia dalam bentuk krim dan tidak menimbulkan efek samping. Terdapat juga antibiotik clindamycin yang tersedia dalam bentuk krim dan dioleskan pada bagian vagina, namun sayang jika menggunakan krim ini tidak disarankan berhubungan dengan kondom, karena bisa merusaknya.

Gonore

Ini merupakan penyakit akibat hubungan seksual, disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Anda akan mengalami nyeri saat buang air kecil, terasa gatal bahkan panas di bagian vagina saat keputihan. Bahkan untuk kasus yang sudah parah, saat keputihan juga mengeluarkan nanah.

Cara mengatasinya bisa menggunakan penicillin untuk gonore tingkat awal, namun juga sudah parah hingga mengeluarkan nanah, disarankan menggunakan azitromisin. Antibiotik yang lebih tinggi dosisnya dari penisilin, namun ada efek samping pada pencernaan.

Ada juga doxycycline, ini merupakan antibiotik yang tidak disarankan diberikan pada ibu hamil karena bisa menyebabkan bayi terlahir cacat. Namun ini obat yang lebih keras dari azitromicin, karena bisa melawan bakteri dan menekan pertumbuhannya.

Baca juga: 5 Minyak Untuk Menumbuhkan dan Melebatkan Alis

Ada juga cefriaxone yang bisa menyembuhkan gonore, biasanya di konsumsi bersama azitromisin, ini akan menghambat pertumbuhan bakteri gonore. Sedangkan jika ibu hamil tidak ingin menurunkan penyakit tersebut pada bayinya, sebaiknya gunakan suntikan eritromisin.

Infeksi Jamur Vagina

Ini banyak terjadi, karena menggunakan celana dalam terlalu ketat dan kecil. Awalnya jamur candida memang sudah hidup di sekitar vagina, memang dibutuhkan untuk keseimbangan pH. Namun dalam jumlah banyak akan menimbulkan ganggua. Keputihan berubah warna menjadi putih, tebal tapi tidak terdapat bau tak sedap.

Obat yang paling tepat, gunakan salep atau obat anti jamur. Seperti butonazole, miconazole atau beberapa obat dengan tambahan bagian belanang nazole, ini akan membersihkan jamur vagina. Cukup cepat dalam penyembuhan, hanya berkisar 3 hingga 7 hari, tergantung perkembangan jamur vagina tersebut.

Jangan anggap sepele gangguan keputihan, karena bisa memicu penyakit yang lebih serius. Selain itu kenali jenis keputihan yang Anda alami, ini bisa melihat dari bentuk, cairan dan baunya. Gunakan obat yang tepat dan pahami efek sampingnya, apalagi jika di konsumsi oleh ibu hamil agar tidak mengganggu janin.

Demikianlah artikel yang dapat saya bagikan mengenai “Kenali Obat Keputihan Menurut Penyebabnya” semoga dapat berguna dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *